Proses dalam Animasi 2D (dua dimensi)Proses dalam Animasi
| Proses dalam Animasi 2D (dua dimensi) |
- Pra Produksi
- Produksi
- Post Produksi
Tahap Pra Produksi.
Kebanyakan Animasi umumnya punya storyboard, merupakan plot utama adegan tiap scene yang digambar menyerupai sebuah buku komik. Storyboard biasanya ditempatkan di papan berukuran besar dan banyak, yang dapat secara cepat dilihat / dibaca oleh semua staff / pekerja animasi. Selama Pra Produksi, para staff melihat storyboar untuk menjaga konsistensi, dan beberapa bagian di storyboard bisa saja digambar ulang beberapa kali.
Di Amerika Utara, unsur dialog / percakapan untuk Animasi direkam selama proses Pra Produksi. Ini sebagai rujukan untuk para animatir agar mereka dapat menggambar pergerakan mulut secara presisi sesuai dengan dialog yang diucapkan oleh para aktor (dubber). Di belahan dunia lain (khususnya di Asia), Dialog / percakapan direkam selama Produksi dimana aktor / dubber meniru adegan animasinya.
Tahap Produksi.
Sebuah shot mungkin hanya berisi sebuah gambar (khususnya dalam bentuk “Animasi Terbatas” seperti Anime contohnya), tapi lebih sering terdiri dari 10 sampai 20 gambar. Gambar-gambar ini dipisahkan / dibagi menjadi “keys” dan “in-beetweens”. Keys adalah gambar penting yang menunjukan perubahan ekstrim dari gerakan si karakter — Gambar pertama hampir selalu menjadi sebuah key — sementara adegan antaranya (in-betweens / tweens) menjadi sisanya, sedikit gambar-gambar penting dalam shot / adegan.
Pada point inilah Komputer menjadi hal penting. Beberapa digambar ulang, dengan cara menimpa garis pensil dengan sebuah pena. Beberapa Studio khusus memiliki artis yang dapat menggambar dengan pensil – lalu discan ke komputer gambarnya, lalu diberi tinta garis tersebut secara digital. Menggambar sekarang dikenal sebagai sebuah “cel”. Sebelum era komputer, gambar difotokopi ke dalam lembaran seluloid transparan, lalu diberi tinta secara manual (gambar ulang). Ini membuat sebuah “cel”, yang di tempatkan paling atas dari sebuah lukisan background dan di foto / filmkan melalui sebuah kamera film. Cel-cel ini tetap memiliki harga tinggi (oleh para kolektor), meskipun hanya tersisa sedikit cel. Beberapa yang beredar dipasaran merupakan hasil reproduksi ulang.
Sekarang, cel digital semuanya diwarnai melalui sebuah komputer. Sementara, sebuah gambar latar / background (pada komputer, atau gambar tangan dan discan). Background tersebut lalu diimport ke dalam sebuah program animasi, dan tiap layer / lapisan cel sampai background ditata. Lalu semuanya disimpan / Save oleh komputer dalam sebuah file video.
Tahap Post-Produksi.
Meski saat sesudah semua adegan antara (tweens) diberi warna dan ditambahkan ke dalam animasi, filmnya masih jauh dari kata selesai. Masih ada efek suara dan musik yang harus ditambahkan, sama seperti visual efek (berpendar, berantakan, dan lain-lain). Animasi juga perlu diedit melalui cara film tradisional, memotong atau memanjangkan adegan, bahkan memotong adegan keseluruhan. Hal ini dikatakan dalam seri Anime terkenal (Gundam Seed) yang mengubah ending ketika aktor utama sakit / kecelakaan saat rekaman, dan animasi baru harus segera digambar, diwarnai dan digabung semuanya sampai saat menit terakhir sebelum ditayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar